This is default featured post 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured post 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured post 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured post 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured post 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Rabu, 19 Januari 2022
hujan di rumah kami
Hujan di rumahku
Mengguyur segala kenangan dan harapan
Meneduhkan
Aku diam disudut kamar sambil menapaki genangan air harapan
Atap rumah kami menangisi kepergian dermawan yang tak pernah kunjung tiba
Anak-anak bermandi air hujan di dalam rumah
Teriak
Menjerit
Menangis
Aku merekamnya sambil menyusui jav yang masih berusia delapan bulan
Hujan membasahi tempat tidur kami
Hujan membasahi pakaian kami
Lantai kami jadi sungai harapan
Atap rumah kami jebol menjadi saksi bahwa kami punya cita
Dan masih kami biarkan lantaran keadaan yang mengijinkannya
Bukit Mas
Giri
Minggu, 23 September 2012
Jumat, 21 September 2012
Tulisan-Tulisan
Tulisan
Tulisan Diah Nur Rahayu
kelas X-C MAN Wonosari
Kosong
Satu kata beribu arti
satu warna beribu kata
Satu perasaaan tak tentu jua beribu kenyataan
Kau tahu? apa semuia ini
Ku harus bertanya pada siapa
Mungkinkah aku harus bertanya
Dengan mega-mega biru
Atau padang ilalang yang bergoyang
Tanpa kampas yang menunjukmu
Merah goresan tinta melukiskan siluet di atas sana
Ini tentu membuatku bimbang
Yang kosong tak terisi bahkan tak ada
Kau tahu ini. . . ?
Ku selalu begitu
Tapi haruskan aku menjawab
Padahal aku hampa terbagi
Dalam cermin yang berdinding
Luka dan Duka
Kosong . . . .
Tulisan Diah Nur Rahayu
kelas X-C MAN Wonosari
Kosong
Satu kata beribu arti
satu warna beribu kata
Satu perasaaan tak tentu jua beribu kenyataan
Kau tahu? apa semuia ini
Ku harus bertanya pada siapa
Mungkinkah aku harus bertanya
Dengan mega-mega biru
Atau padang ilalang yang bergoyang
Tanpa kampas yang menunjukmu
Merah goresan tinta melukiskan siluet di atas sana
Ini tentu membuatku bimbang
Yang kosong tak terisi bahkan tak ada
Kau tahu ini. . . ?
Ku selalu begitu
Tapi haruskan aku menjawab
Padahal aku hampa terbagi
Dalam cermin yang berdinding
Luka dan Duka
Kosong . . . .
Rabu, 19 September 2012
Minggu, 16 September 2012
Beranda Sunyi NaziL
Sampai
-Cassa
Perbatasan pertemuan dan usia jarak
Cassa penjara pertemuan untuk Yogyakarta
Tentang pertemuan dan perpisahan yang kita lalui adalah musim panjang
Kemarau menyisakan Rindu antara ingatan
Aku tertawa dan ditertwakan
bertemu dengan orang asing dan berbicara asing
Terbiasa mendengarkanmu berbincang
Dan senja itu aku harus bercakap
Ada kata yang tak tersampaikan lantara lupa katakamu
Akubutuh kamu senja tadi
Agar perempuan dan laki-laki itu tak salah alamat
Dan Aku pulang dengan membawa sesal
Karena aku tak menjalankan saranmu untuk menghafal nama - nama
Nama - nama ;
Cassa
Yogyakarta
Singomayan
Kanalan
Giri
Ladur
Nepas
dan jalan-jalan kecil yang tak sempat kita beri nama
lalu kin kamu menuliskan nama-nama semua itu untuk ku hafal
16 September 2012
Sampai
-Cassa
Perbatasan pertemuan dan usia jarak
Cassa penjara pertemuan untuk Yogyakarta
Tentang pertemuan dan perpisahan yang kita lalui adalah musim panjang
Kemarau menyisakan Rindu antara ingatan
Aku tertawa dan ditertwakan
bertemu dengan orang asing dan berbicara asing
Terbiasa mendengarkanmu berbincang
Dan senja itu aku harus bercakap
Ada kata yang tak tersampaikan lantara lupa katakamu
Akubutuh kamu senja tadi
Agar perempuan dan laki-laki itu tak salah alamat
Dan Aku pulang dengan membawa sesal
Karena aku tak menjalankan saranmu untuk menghafal nama - nama
Nama - nama ;
Cassa
Yogyakarta
Singomayan
Kanalan
Giri
Ladur
Nepas
dan jalan-jalan kecil yang tak sempat kita beri nama
lalu kin kamu menuliskan nama-nama semua itu untuk ku hafal
16 September 2012
Aku Belajar. _ In Memories
Beranda Sunyi NaziL
Dari engkau aku belajar menjadi Guru bagi diriku sendiri
dari engkau aku belajar kesetiaan
dari engkau aku belajar menjadi pelacur
dari engkau aku belajar bersabar
dari engkau aku belajar tentang hidup
dari engkau aku belajar mencintai
dari kesabaran aku mencintaimu
dari engkau aku belajar menerima duka
dari engkau aku belajar menjaga diri
Sa....
... dari engkau aku belajar banyak hal
meski mencintaimu adalah sakit
karena aku wanita kedua yang hgadir setelah dia
17 Pagi Juni 2012
dari engkau aku belajar kesetiaan
dari engkau aku belajar menjadi pelacur
dari engkau aku belajar bersabar
dari engkau aku belajar tentang hidup
dari engkau aku belajar mencintai
dari kesabaran aku mencintaimu
dari engkau aku belajar menerima duka
dari engkau aku belajar menjaga diri
Sa....
... dari engkau aku belajar banyak hal
meski mencintaimu adalah sakit
karena aku wanita kedua yang hgadir setelah dia
17 Pagi Juni 2012
Aku masih sangat hafal lagu yang kau nyanyikan untukku Sa. . .
"maafkan aku yang tak bisa melupakanmu"
"maafkan hati ini yang tak bisa berhenti menyayangimu"
"walaupun aku tahu kau tak mungkin jadi milikku, juga sebagai yang tercinta
di hidupmu"
di hidupmu"
Sa. . . Aku ingin kamu tidak melupakanku dan cinta yang pernah kita jalani bersama
kau ingat bukan saat Aku bercerita terang tentang pengkhianatan dan fitna pun cinta dan kata-kata!
"jika kamu kertawa aku bisa menghilang dari depanmu lo Zil. . ."
"Asal kau tak menghilangan dari ingatan dan hidupku"
lalu kita bersulam bersma menguk cerita malam hingga pagi yang mempertemukan rasa kantuk masing-masing dari kita.
Selasa, 11 September 2012
Puisi
Beranda Sunyi NaziL
| Agus Cassa |
Again alone
-Cassa Yogyakarta
Antara jarak dan usia rindu adalah
hidup cintaku
Menjemput waktu malam aku dan dirimu
bertemu dalam imaji dan kata-kata
September memberi aroma kerinduan
yang bercampur pertanyaan
Adakah
musim kemarau yang mengajakmu untuk menanggalkan ingatan tentang Aku?
Dan saya masih melihat warna yang
belum tampak biru
Malam
mu menjadi pagi ku
Pagiku menjadi tidurmu
Tidurku adalah aktivitasmu
Cassa
menenggelamkan usia rindu Yogyakarta
11 September
2012
Sabtu, 08 September 2012
April dan Mimpiku
Ambang April
Antara jarak dan usia rindu
Kita tenggelam diantaranya Sayang. .
.
Menggenapi usia kerinduan pun pada
musim yang selalu berganti
Mengeja
lekuk garis di wajahmu pada almanak yang menunggu tagihan uang bulanan
Yah...terkadang
kita lupa dengan kewajiban
Kebutuhanpun mencekik kenyataan
April
Aku
dijerat kata-kata rayuan setengah memaksa
Tetap
dalam penantian yang tak kunjung usai
Seperti
usia rindu yang mengatasnamakan cinta
Sebaris Mimpi
Mencintamu adalah sakit
Merindukanmu adalah air mata
Mimpi itu isyarat juga tanda, bahwa aku mencintaimu dengan tulus
Kenyataan yang berbalik memberi isyarat lain bahwa sakit adalah
mencintamu
Bahwa air mata ketika merindukanmu
Sanizah, disetiap jengkal nadiku ada harapan bersamamu
Aku memang bukan yang pertama yang hadir, begitu juga kau
Kedua yang hadir setelah rembulan lalu purnama adalah kau
Inginku pertama
bagimu. Namun percayalah kau masih ada di hati
Sanizah, bila waktu tak memihak pada mimpi.
Percayalah akan tetap ku rengkuh kesaksian diatas sepertiga malam
Karena cinta
memang perjuangan melawan kenyataan
5 Juni 2012
Yogyakarta sebatas pagi yang senantiasa merindu.
















