Lencana Facebook

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 24 Juli 2012

biola dan piala

Beranda Sunyi NaziL

                                     Dengan secangkir kopi saya menyedu kerinduan dan mimpi-mimpi yang selalu saya ciptakan.
Bahwa hidup adalah berbuat
bahwa hidup adalah tersenyum
bahwa hidup adalah menjaga
bahwa hidup adalah bertahan
bahwa hidup adalah memburu
           Dan perjalanan tanpa ada ujung masanya
"Saya bisa dan saya percaya dengan kerja keras saya"


"Tentu tersenyumlah dengan segala kerendahan diri, bahwa saya mampu melewatinya dengan sendiri (percaya diri)"


#pada perlombaan aku ada karena aku bermimpi bahwa akau mampu dan punya kemauan unt Ada"



Minggu, 22 Juli 2012

My Activity

Nazil Osing pada Senja 
Beranda Sunyi NaziL

Saya dan diri saya yang sendiri
        Seperti cinta yang berirama dan rindu yang menyemai jalan berliku
Seperti manusia yang terlahir sendiri dan matipun sendiri
           Pada perbatasan cemas aku mencemaskan rindumu yang cemas mencemaskan cintaku

Minggu, 20 Mei 2012

Gesekan Beo #10



bibir retak pada bibirmu yang gemetar
malam hanyalah sepi dalam kesia-sian ingin
dan angan yang meronta pada dingin
maka pada lelapmu tubuhku melembab jua

19 Mei 2012

Beranda Sunyi NaziL
#Senampan Cinta Selendang#


Gesekan Beo #9


Hadirku kau bilang jarum jam yang patah
Menjerit di malam asing memecah lencong menara
            Sia-sia dan terserak












Di udara awan legam menyulut api di ulu gunung
Kau berteriak dari puncaknya memanggilku
yang retak yang habis terlumat pertemuan

telanjang kakiku berlari mengejar waktu
di bibir lonceng di senar-senar biola sayangmu


aku hadir saat suaramu lenyap saat lonceng
dan biolamu mengabu di udara menimbun dadaku
            yang bara

aku sendirian menggali kuburan
di tanah yang bernama kenangan
lalu malam menendangku
angin melempar kesakralan puisi
dan kata-kata berkerumun
merobek-robek seluruh hartaku

aku kalah dengan sehelai nyanyian
            biolamu

Blandongan,  16 Mei 2012
Beranda Sunyi NaziL

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More